Shalat Tarawih – Shalat Sunnah

Keutamaan Shalat Tarawih

Shalat malam yang dikerjakan di bulan suci Ramadhan. Boleh dikerjakan sendiri ataupun berjamaah.
“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni .” (HR. Bukhari no.37 dan Muslim no. 759).

Waktu Shalat Tarawih

Waktu mengerjakan Shalat tarawih adalah setelah shalat Isya’ sampai waktu fajar.

Raka’at

Ada dua pendapat dalam jumlah raka’at, yaitu 8 raka’at dan 20 raka’at. Dengan 2 raka’at satu salam atau pendapat lain dengan 4 raka’at satu salam.

Tata Cara Shalat Tarawih

1.Berniat untuk melaksanakan shalat Tarawih
Lafaz:

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَا وِ يْحِ رَ كْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَا لٰي. اَ لله ا َكْبَرُ

Usholli sunnata(t)-taroowiihi rok’ataini (ma’muman/Imaaman) Lillahi ta’Aalaa

Artinya:

“Saya berniat shalat Tarawih dua raka’at (makmum/Imam) karena Allah ta’Aalaa”

2.Tata cara shalat tarawih sama seperti shalat sunnah lainnya, membaca Al-fatihah dan surah-surah lainnya.

3.Doa setelah Shalat Tarawih

Lafaz:

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْناَ بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنْ، وَلِلْفَرَآئِضِ مُؤَدِّيْنَ

Allahummajalna bil iimani kaamiliin, wa lilfa-raa idhi mu'addiin,

وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكاَةِفَاعِلِيْنَ

walisholaati hafidziin, walizzakaati faailin,

وَلِمَاعِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ

wa lima ‘indaka thoolibin, wa liafwika roojin,

وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ

wa bil-huda mutamassikiin, waanillaghwi mu’ridhiin,

وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِى الْأَٰخِرَةِ رَاغِبِيْنَ

wa fiddun-yaa zaahidiin, wa fil aakhiroti roghibiin,

وَبِالْقَضَآءِ رَاضِيْنَ، وَلِلنَّعْمَآءِ شَاكِرِيْنَ

wa bil qodhoo’i roodhiin, wa linna’maa’i syaakiriin,

وَعَلَى الْبَلَآءِ صَابِرِيْنَ

wa’alal balaa i’ shoobiriin,

وَتَحْتَ لِوَآءِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

wa tahta liwaa i’ sayyidinaa, muhammadin shalallahu ‘alaihi wa sallama

يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَآئِرِيْنَ، وَاِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ

yaumal–qiyaamati saa iriin, wa ilal hawdhi waa ridiin,

وَاِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ

wa ilal jannati daa khiliin, wa minannaari naajiin,

وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ، وَمِنْ حُوْرٍ عِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ

waala sariiril-karoomati qooidiin, wa min huurin ‘iinin mutazawwijiin,

وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ

wa min sundusin wa istabroqin wa dii baajin mutalabbisiin,

وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آَكِلِيْنَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفَّى شَارِبِيْنَ

wa min tho ‘aa mil jannati akiliin , wa min labanin wa’asalin mushaf-fan syaaribiin,

بِأَكْوَابٍ وَاَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مَنْ مَعِيْنٍ

bi akwaabin wa abaariqa wa ka’sin min ma’iin,

مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ

maal-ladziina anamta alaihim minan-nabiy-yiina

وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ، وَحَسُنَ أُوْلَئِكَ رَفِيْقًا

wash-shiddiqiina wasy-syuhadaa i' wash-shoolihiina. Wa hasuna uula'ika rofiqoo,

ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا

dzalikal-fadhlu minalllahi wa kafa billahialiima

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هَذَا الشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَآءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ،

Allaahummajalna fii hadzaa syahri-syariifatil-mubaarokati minassuadaa-il-maqbuliin

وَلاَ تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَآءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ

wa laa taj`alnaa minal-asyqiyaa-il –marduudiin

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ

wa shollalloohu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa Aalihii wa shohbihi ajma’iin.

بِرَحْمَتِكَ يَآاَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

birohmatika ya Arhamar-roohimiin. Walhamdu lillaahi robbil ‘aalamiin.

Artinya:

Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang melaksanakan kewajiban-kewajiban terhadap-Mu, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akherat , yang ridha dengan ketentuan, yang bersyukur atas nikmat yang diberikan, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, sampai kepada telaga (yakni telaga Nabi Muhammad) yang masuk ke dalam surga, yang duduk di atas dipan kemuliaan, yang menikah de¬ngan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu yang murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui.
Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini tergolong orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya,Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas penghulu kita Muhammad, keluarga beliau dan shahabat beliau semuanya, berkat rahmat-Mu, oh Tuhan, Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang.Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam”.

4.Ditutup dengan shalat witir-hitungan raka’at ganjil (1,3,7,9).

Artikel terbaru :

Ingin Mengambil Kebahagian Orang Lain

Ingin Mengambil Kebahagian Orang Lain Ingin Mengambil Kebahagian Orang Lain, sebelum kita membahas ini lebih lanjut sebaiknya kita pahami bahwa…

Kita Semua Pasti Mati

Katakanlah, "Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui…

Apakah Suara Termasuk Aurat Wanita ?

Apakah Suara Termasuk Aurat Wanita ? Aurat adalah bagian dari tubuh manusia (pria ataupun wanita) yang wajib ditutupi dari pandangan…

Surga Dan Neraka Bisa Jadi Karena Lisanmu

Surga Dan Neraka Bisa Jadi Karena Lisanmu. karena lisan kita bisa masuk surga tetapi bisa juga bisa masuk neraka. Bagaimana…

Ini Perbedaan Antara Fakir Dan Miskin Untuk Menerima Zakat

Ini Kriteria Orang Fakir Dan Miskin Untuk Menerima Zakat. Kita telah mengetahui kriteria penerima zakat selanjutnya bagaimana kita mengetahui orang…

Puasa Dan Berbuka Dengan Bangkai

Puasa Dan Berbuka Dengan Bangkai. Sebelum kita bahas apa maksudnya mari kita lihat keadaan masa kini dimana acara buka puasa…