Shalat Rawatib – Shalat Sunnah

Doa & Tata Cara Shalat Rawatib

Keutamaan Shalat Rawatib

Shalat sunnah rawatib mengiringi shalat fardhu sebelum ataupun sesudahnya.

Dari Ummu Habibah Radhiyallahu ‘anha, Istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Seorang hamba yang muslim melakukan shalat sunnah yang bukan wajib, karena Allah, (sebanyak) dua belas raka’at dalam setiap hari, Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah (istana) di surga.” (Kemudian) Ummu Habibah Radhiyallahu ‘anha berkata, “Setelah aku mendengar hadits ini aku tidak pernah meninggalkan shalat-shalat tersebut.”;

Waktu dan Raka’at Shalat Rawatib

Waktu shalat sunnah Rawatib adalah,
– Sebelum shalat wajib (Qabliyah)
2 raka’at sebelum Subuh
2 raka’at sebelum Dzuhur, dan bisa juga 4 raka’at.
4 raka’at sebelum Ashar

– Setelah shalat wajib (Ba’diyah)
2 raka’at setelah Dzuhur/Jumat
2 raka’at setelah Maghrib
2 raka’at setelah Isya

Semuanya dilakukan dengan 2 rakaat dan satu salam.

Tata Cara Shalat Rawatib

Berikut ini tata cara melakukan sholat Rawatib
1. Berniat untuk melaksanakan shalat sunnah Rawatib

Lafaz:

Dua raka’at sebelum Subuh, Dzuhur dan Ashar

أُصَلِّي سُنَّةَ الصُّبْحِ / الظُّهْرِ / الْعَصْرِ / ِ رَ كْعَتَيْنِ قَبْلِيَةً لِلّٰهِ تَعَالىَ .اَ للهُ ا َكْبَرُ

Usholli Sunnata Subhi/Dzuhri/Ashri rok’ataini qobliyatan lillaahi ta’alaa, Allahu Akbar

Artinya:

“Aku berniat shalat Sunnah Subuh/Dzuhur/Ashar sebelumnya dua raka’at karena Allah ta’Ala”

Dua raka’at setelah Dzuhur,Maghrib dan Isya

أُصَلِّي سُنَّةَ الظُّهْرِ / الَمغْرِبِ / العِشَاءِ رَكَعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً لِلّٰهِ تَعالىَ .اَ للهُ ا َكْبَرُ

Usholli Sunnata Dhuhri/Maghribi/’Isyaai’ rok’ataini ba’diyatan Lilaahi Ta’ala, Allahu Akbar

Artinya:

“Aku berniat shalat Sunnah Dzuhur/Maghrib /Isya sesudahnya dua raka’at kerana Allah ta’Aalaa”

2. Pada dasarnya, tata cara sholat Rawatib pun tidak berbeda dengan shalat-shalat sunnah yang lain. Biasanya selalu dilakukan dengan 2 raka’at.

  • Pada raka’at pertama setelah takbir membaca surah Al Fatihah, kemudian dilanjutkan dengan surah lainnya.
  • Pada raka’at kedua pun sama, membaca surah Al Fatihah, kemudian dilanjutkan dengan surah lainnya (yang kita hafal).

Artikel terbaru :

Haruskah Kita Benci Pada Musibah ?

Haruskah Benci Pada Musibah - media taqwa Haruskah Kita Benci Pada Musibah ? Assalamualaikum Sahabat TAQWA semoga Anda sehat dan…

Cara Melakukan 1001 Kebaikan Setiap Hari

1001 Kebaikan Setiap Hari Sahabat TAQWA apakah Anda ingin melakukan hal - hal baik setiap harinya ? Mayoritas dari kita…

Jangan Teralu Lama Di Dalam Toilet

Jangan Teralu Lama Di Dalam Toilet - mediataqwa Jangan Teralu Lama Di Dalam Toilet Sahabat TAQWA pernahkah anda mendepati seseorang…

Ingin Mengambil Kebahagian Orang Lain

Ingin Mengambil Kebahagian Orang Lain Ingin Mengambil Kebahagian Orang Lain, sebelum kita membahas ini lebih lanjut sebaiknya kita pahami bahwa…

Kita Semua Pasti Mati

Katakanlah, "Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui…

Apakah Suara Termasuk Aurat Wanita ?

Apakah Suara Termasuk Aurat Wanita ? Aurat adalah bagian dari tubuh manusia (pria ataupun wanita) yang wajib ditutupi dari pandangan…