Shalat Dhuha

Shalat Dhuha adalah shalat sunah yang dilakukan seorang muslim ketika waktu dhuha.

Waktu shalat Dhuha dari jam berapa?

Melaksanakan sholat dhuha dimulai 12 menit setelah matahari terbit hingga 10 menit sebelum dhuhur. Waktu terbaik mengerjakan sholat sunnah ini adalah diwaktu seperempat siang (diakhir waktu), hal ini ditandai dengan keadaan cuaca yang semakin panas.

Raka’at dalam Shalat Dhuha

Shalat ini dilakukan Rasullah SAW minimal dua raka’at, dan maksimal dua belas raka’at dengan salam setiap dua raka’atya satu salam


Tata Cara Shalat Dhuha

a. Niat Sholat dhuha di dalam hati berbarengan dengan Takbiratul ihram:

اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى
“Ushalli Sunnatadh-dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa.”

Artinya:
“Aku niat sholat sunat dhuha dua rakaat, karena Allah ta’ala.

b. Membaca Doa Iftitah
c. Membaca surat Al Fatihah
d. Membaca satu surat di dalam Al Quran. Afdholnya rakaat pertama membaca surat Asy-Syam dan rakaat kedua surat Al Lail.
e. Ruku’ dan membaca tasbih tiga kali.
f. I’tidal dan membaca bacaannya.
g. Sujud pertama dan membaca tasbih tiga kali.
h. Duduk di antara dua sujud dan membaca bacaanya.
i. Sujud kedua dan membaca tasbih tiga kali. Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara di atas, kemudian tasyahhud akhir. Setelah selesai maka membaca salam dua kali. Rakaat-rakaat selanjutnya dilakukan sama seperti contoh di atas.

Doa setelah selesai Shalat Dhuha

Setelah selesai melakukan sholat dhuha, kita disunahkan membaca doa. Berikut doa setelah sholat dhuha:


اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ
اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Allahumma innad-duhaa’a duhaa’uka wal bahaa’a bahaa’uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal ‘ismata ‘ismatuka.
Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita ‘ibaadakash-shalihiin.


Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu.”
“Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hamba-Mu yang sholeh.”