Ruginya Berharap Pada Manusia

Ruginya Berharap Pada Manusia – Media Taqwa

Ruginya Berharap Pada Manusia

Sahabat taqwa, pernahkah kita menggantungkan harap pada manusia ?

Rasanya hampir semua manusia di muka bumi ini pasti pernah menggantungkan harap pada manusia semasa hidupnya. Tidak salah juga, karena kita mungkin belum tahu pada siapa sebenarnya kita harus menggantungkan harapan.

Terkadang kita menggantungkan harapan pada atasan atau bos kita ketika soal pekerjaan. Terkadang kita menggantungkan harapan pada teman atau kerabat ketika menghadapi masalah ekonomi. Terkadang kita menggantungkan harapan pada suami atau istri ketika masalah dalam rumah tangga datang. Bahkan kita juga tak jarang menggantungkan harap pada anak kita yang mana kelak kita berharap ia akan jadi pribadi sukses dan mengangkat harkat drajat kita sebagai orang tua.

Tapi tahu kah sahabat taqwa bahwa sebenarnya itu adalah sebuah pengharapan yang salah ?

Kenapa salah ?

Karena ketika kita berhap pada manusia, ujungnya kita akan merasa kecewa.

Yaa, walaupun tidak selalu (kecewa) tetapi hampir selalu (kecewa).

Jadi maksudnya bagaimana ?

Memang tidak selalu kecewa ketika kita berharap pada manusia.

Kenapa ?
Bukannya berharap pada manusia tadi telah di jelaskan merupakan sebuah pengharapan yang salah ?

Begini maksudnya sahabat taqwa

Semua harapan kita pada manusia (yang tidak membuat kita kecewa) itu karena sebenarnya Allah lah yang telah berkhendak (menyetujui) atas harapan kita melalui (perantara) manusia tersebut.

Ruginya Berharap Pada Manusia

Tetapi pula perlu sahabat taqwa ketahui berharap itu seharusnya hanya pada Allah Ta’ala bukan pada manusia. Berikut Ali bin Abi Thalib pernah berkata :

Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit ialah berharap pada manusia

[Ali bin Abi Thalib]

Selain dari pada itu Allah juga telah berfirman dalam QS. Al-Insyirah Ayat 8

وَاِلٰى رَبِّكَ فَارْغَبْ

Wa ilaa rabbika far ghab

Artinya :

dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap. [QS. Al-Insyirah : 8]

Jelas firman Allah Ta’ala dalam QS. Al-Insyirah Ayat 8, Lalu apa yang membuat kita masih berhrap pada selain Allah ?

Selain itu Berharap pada manusia itu benar – benar berbahaya sahabat taqwa.

Ketika hatimu terlalu berharap pada seseorang, maka Allah timpakan ke atas kamu pedihnya pengharapan supaya mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui orang yang berharap pada selain-Nya, Allah menghalangi dari perkara tersebut semata agar ia kembali berharap kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

[Imam Syafi’i]
Ruginya Berharap Pada Manusia

Allah lah tempat kita kembali, tempat kita memohon, tempat kita berharap atas segala sesuatu. Karena memang Allah lah yang telah menciptakan kita sebagai manusia, dan Allah pula lah yang telah menciptakan alam semesta ini.

Ketika kita menggantungkan harapan yang kecil (baginya) kepada sang pencipta alam semesta ini, kita tidak akan pernah merasa kecewa.

Soal pekerjaan, ekonomi, kesehatan, rumah tangga, sampai anak kita taruh harapan baik tersebut kepada Allah. Nanti Allah akan menjawab semua itu melalui perantara – perantara yang ada di muka bumi ini. Bisa berupa kemudahan, bisa berupa banyaknya orang baik yang menolong kita. Bisa macam – macam bentuknya tetapi semua itu dari Allah atas izin (khendak) Allah Ta’ala. Karna Allah pula yang menggerakan hati perantara – perantara tersebut.

Kita masih boleh – boleh saja berharap pada manusia, tetapi kita harus bungkus harapan tersebut menjadi berharap pada Ridha Allah Ta’ala agar kita tidak kecewa.

Seperti contohnya kita berharap soal kesehatan. Hari ini kita sakit lalu kita berobat ke rumah sakit dan bertemu dokter.

Kita tahu dokter itu akan menyembuhkan kita, tetapi jauh di dalam benak pikiran kita tanamkan bahwa dokter tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah perantara Allah di muka bumi ini untuk menyembuhkan kita karna izinya (kehendaknya).

Ketika kita tidak sembuh dengan dokter itu kita tidak akan kecewa, kita akan mencari dokter lain karena kita yakin harapan kita ada pada Allah semua sudah dalam ketetapannya termasuk sehat, sakit, hidup dan mati kita.

Itu kunci agar kita sebagai manusia biasa yang penuh salah dan dosa ini bisa hidup lebih bahagia, agar kita bisa tidak merasakan kecewa karena harapan yang tak kunjung datang. Wallahu A’lam Bishawab 

Ruginya Berharap Pada Manusia

Akses MediaTaqwa langsung dari Homescreen ponsel kamu. Sangat Cepatt, & Ringan (319 Kb).
1. Kumpulan Dzikir
2. Kumpulan Shalat Sunnah
3. Kumpulan Sholawat
4. Kumpulan Doa – Doa
5. Quran Digital (Baca, dengar Murottal, & belajar Quran)
Lihat Caranya DISIN


Ruginya Berharap Pada Manusia

Semoga kita selalu dimudahkan segala urusannya, selalu diberikan rezeki yang melimpah, serta semoga kita semua senantiasa berada dalam lindungan Allah Ta’ala. Aamiin.

Ruginya Berharap Pada Manusia

Artikel terbaru :

Ingin Mengambil Kebahagian Orang Lain

Ingin Mengambil Kebahagian Orang Lain Ingin Mengambil Kebahagian Orang Lain, sebelum kita membahas ini lebih lanjut sebaiknya kita pahami bahwa…

Kita Semua Pasti Mati

Katakanlah, "Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui…

Apakah Suara Termasuk Aurat Wanita ?

Apakah Suara Termasuk Aurat Wanita ? Aurat adalah bagian dari tubuh manusia (pria ataupun wanita) yang wajib ditutupi dari pandangan…

Surga Dan Neraka Bisa Jadi Karena Lisanmu

Surga Dan Neraka Bisa Jadi Karena Lisanmu. karena lisan kita bisa masuk surga tetapi bisa juga bisa masuk neraka. Bagaimana…

Ini Perbedaan Antara Fakir Dan Miskin Untuk Menerima Zakat

Ini Kriteria Orang Fakir Dan Miskin Untuk Menerima Zakat. Kita telah mengetahui kriteria penerima zakat selanjutnya bagaimana kita mengetahui orang…

Puasa Dan Berbuka Dengan Bangkai

Puasa Dan Berbuka Dengan Bangkai. Sebelum kita bahas apa maksudnya mari kita lihat keadaan masa kini dimana acara buka puasa…