Bolehkah Mencampur Cucian Pakaian Terkena Najis Dan Yang Tidak ?

Bolehkah Mencampur Cucian Pakaian Terkena Najis Dan Yang Tidak ?

Sahabat taqwa ini pertanyaan umum yang sering di tanyakan ibu rumah tangga. Sungguh luar biasa pertanyaan ini.

Kenapa luar biasa ?

Karena berarti banyak ibu rumah tangga yang penuh kehati – hatian dalam menjalani kehidupannya terbukti dari banyaknya pertanyaan ini masuk ke media taqwa.

Ada suatu riwayat, hadis ini disabdakan oleh Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam terkait dengan sumur Budha’ah,

قيلَ: يا رسولَ اللهِ، إنَّا نَتوَضَّأُ من بِئرِ بُضاعةَ وهي يُلقى فيها الحِيَضُ والنَّتْنُ -وقال يوسُفُ: والجِيَفُ- وقالوا: ولُحومُ الكِلابِ، فقال: إنَّ الماءَ طَهورٌ لا يُنجِّسُه شيءٌ

“Sebagian sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, kami biasa berwudhu dengan air dari sumur Budha’ah. Padahal ia adalah sumur yang terkadang jadi tempat pembuangan kain pembalut wanita haid dan kotoran rumah. (Yusuf [salah seorang perawi] mengatakan: dan juga bangkai).”

Lalu Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya al-maa-u (air) itu suci, tidak ternajisi oleh apa pun” (HR. Tirmidzi no. 66, Ad-Daruquthni no. 54, disahihkan oleh Syu’aib Al Arnauth dalam Takhrij Sunan Ad Daruquthni).

Maka dari kasus diatas selama jumlah najis itu jauh lebih kecil dari pada jumlah air yang mengalirinya (untuk mencuci), maka air itu tetap suci.

Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah ditanya, “Jika pakaian yang bersih dicuci bersama pakaian najis, apakah pakaian yang bersih menjadi najis dan apakah airnya juga menjadi najis?”

Beliau rahimahullah menjawab,

إذا غسلت الثياب المختلطة بماء كثير يزيل آثار النجاسة ولا يتغير بالنجاسة فإن الثياب كلها تطهر بذلك؛ لقوله ﷺ: إن الماء طهور لا ينجسه شيء أخرجه الإمام أحمد، وأبو داود، والنسائي، والترمذي بإسناد صحيح

“Jika Anda mencuci pakaian yang bercampur keadaannya dengan air yang banyak, sehingga bisa menghilangkan bekas dari najis tersebut dan airnya tidak berubah sifatnya karena najis tersebut, maka semua pakaian yang dicuci tersebut semuanya suci. Berdasarkan sabda Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam, “Air itu suci, tidak ternajisi oleh apa pun” (HR. Ahmad, Abu Daud, An Nasa-i, Tirmidzi dengan sanad yang sahih)”.

والواجب على من يتولى ذلك أن يتحرى ويجتهد في استعمال الماء الكافي لتطهير وتنظيف الجميع.وإذا علمت الثياب النجسة من الثياب الطاهرة فالأحوط أن تغسل الثياب النجسة وحدها بما يكفيها من الماء، ويزيل أثر النجاسة، مع بقاء الماء على طهوريته لم يتغير بالنجاسة.

“Dan wajib bagi orang yang mencuci tersebut untuk berusaha menggunakan air yang mencukupi untuk membersihkan semua pakaian tersebut. Jika Engkau mengetahui mana pakaian yang terkena najis dan mana pakaian yang tidak najis, maka yang lebih hati-hati adalah mencuci pakaian yang najis secara tersendiri dengan menggunakan air yang mencukupi dan menghilangkan bekas dari najisnya. Walaupun tetap kita katakan, air tersebut suci selama tidak berubah sifatnya karena najis” (Majmu’ Fatawa Syaikh Ibnu Baz, 10: 205).

Dari berbagai penjelasan di atas sebenarnya tidak apa – apa jika kita mencampurnya asalkan sifat air tersebut tidak berubah (artinya air yang suci jauh lebih banyak) seperti yang telah di jelaskan dalam (HR. Ahmad, Abu Daud, An Nasa-i, Tirmidzi dengan sanad yang sahih). Namun alangkah baiknya jika kita memisah antara pakaian tersebut ketika mencucinya.

Hal tersebut membuat kita sebagai manusia lebih menekan kan ke hati – hatian dalam hidup ujungnya akan membuat kita lebih tenang dan lebih yakin.

اِنَّ الَّذِيۡنَ هُمۡ مِّنۡ خَشۡيَةِ رَبِّهِمۡ مُّشۡفِقُوۡنَۙ‏

Innal laziina hum min khashyati Rabbihim mushfiquun

Artinya :
Sungguh, orang-orang yang karena takut (azab) Tuhannya, mereka sangat berhati-hati,

Semoga ini dapat menjawab pertanyaan ibu – ibu sekalian. Wallahu a’lam bish-shawab


Akses MediaTaqwa langsung dari Homescreen ponsel kamu. Sangat Cepatt, & Ringan (319 Kb).
1. Kumpulan Dzikir
2. Kumpulan Shalat Sunnah
3. Kumpulan Shalawat
4. Kumpulan Doa – Doa
5. Quran Digital (Baca, dengar Murottal, & belajar Quran)
Lihat Caranya DISIN


Tags: NajisQ & N

Artikel terbaru :

Haruskah Kita Benci Pada Musibah ?

Haruskah Benci Pada Musibah - media taqwa Haruskah Kita Benci Pada Musibah ? Assalamualaikum Sahabat TAQWA semoga Anda sehat dan…

Cara Melakukan 1001 Kebaikan Setiap Hari

1001 Kebaikan Setiap Hari Sahabat TAQWA apakah Anda ingin melakukan hal - hal baik setiap harinya ? Mayoritas dari kita…

Jangan Teralu Lama Di Dalam Toilet

Jangan Teralu Lama Di Dalam Toilet - mediataqwa Jangan Teralu Lama Di Dalam Toilet Sahabat TAQWA pernahkah anda mendepati seseorang…

Ingin Mengambil Kebahagian Orang Lain

Ingin Mengambil Kebahagian Orang Lain Ingin Mengambil Kebahagian Orang Lain, sebelum kita membahas ini lebih lanjut sebaiknya kita pahami bahwa…

Kita Semua Pasti Mati

Katakanlah, "Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui…

Apakah Suara Termasuk Aurat Wanita ?

Apakah Suara Termasuk Aurat Wanita ? Aurat adalah bagian dari tubuh manusia (pria ataupun wanita) yang wajib ditutupi dari pandangan…