Shalat Hajat – Shalat Sunnah

Doa dan tata cara shalat Dhuha

Keutamaan Shalat Hajat

Shalat Hajat dilakukan jika ada hajat/permohonan dan memperkuat cita-cita. Akan lebih utama bagi kita yang memang sedang memerlukan bantuan/pertolongan Allah. Seperti hadits nabi yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad “Siapa yang berwudhu dan sempurna wudhunya, kemudian shalat dua rakaat (Shalat Hajat) dan sempurna rakaatnya maka Allah berikan apa yang ia pinta cepat atau lambat.”


Waktu

Waktu mengerjakan shalat sunnah Hajat ini boleh siang atau malam,pagi atau petang. Malam hari, waktu tengah malam, suasana lebih berkesan, lebih khusyu, sunyi dari segala hingar bingar kehidupan.
Raka’at

Tata Cara

Shalat hajat boleh dikerjakan dua raka’at sampai 12 raka’at, dengan tiap dua raka’at satu salam.

1.Berniat untuk melaksanakan shalat sunnah Hajat

Lafaz:

أُصَلِّي سُنَّةَ الحَا جَةِ رَ كْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَا لَى. اَ للهُ ا َكْبَرُ

Ushalli Sunnatal Haajati Rak’ataini lilaahi Ta’alaa, Allahu Akbar


Artinya:
“Aku berniat shalat sunnah Hajat dua raka’at karena Allah ta’alaa”


2.Pada raka’at pertama bacalah Al-Fatihahdan Surah Al-Kafirun 10x

3.Raka’at kedua bacalah Al-Fatihah dengan Surah Al -Ikhlas 10x, Pada raka’at ini sebelum memberi salam, yaitu setelah tahiyat akhir , sujud kembali dengan bertakbir kemudian membaca:
a) Shalawat 10x

Lafaz:

اَللّٰهُمّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Allahumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammaddin wa’alaa aali sayyidinaa Muhammad


Artinya:

“Ya Allah, berilah kasih sayang kepada junjungan kita nabi Muhammad dan keluarganya.”

b)Tasbih 10x
Lafaz:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ ا َكْبَرُ

Subhaannallaahi wal hamdu lillaahi walaa ilaaha illalaahu Wallaahu Akbar.


Artinya:

“Maha Suci Allah dan segala puji Bagi-Nya dan tiada Tuhan selain Allah dan Allah Yang Maha Besar.

c) Doa Minta Ampun 10x

Lafaz:

رَبَّنَااٰتِنَافِى الدُّنْيَاحَسَنَةً وَفِى اْلاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَاالنَّارِ

Rabbanaa aatinaa Fiddun yaa Hasanah, Wafil aakhirati hasanataw waqinaa ‘adzaa bannaar.


Artinya:

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”.

Setelah membaca doa tersebut mintakan apa yang menjadi hajat/ keinginan kita dengan bersungguh-sungguh dan penuh pengharapan. Permohonan pada Allah cukup disebut dalam hati. Kemudian bangkit dari sujud sambil bertakbir kemudian memberi salam.

4. Setelah shalat membaca

Lafaz Istigfar:


اَ سْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ وَاَ تُوْبُ اِلَيْهِِ

Astagfirullaahal-‘aziim Wa atuubu Ilaihi


Artinya:

“Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Besar/Agung dan kami pun bertaubat kepada-Nya”

-Kemudian ditutup dengan membaca do’a,

لَا اِلٰهَ اِلَّااللهُ الْحَكِيْمُ الْكَرِيْمُ

Laa ilaaha illallahul hakiimul kariim

سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ

subhaanAllahi robbil ‘arsyil ‘azhiim

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin

اَسأَ لُكَ مُجِباَتِ رَحْمَتِكَ

As `aluka mujibaati rohmatika

وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْغَنِيْمَتَ

wa ‘azaa ima maghfirotika wal ghoniimata

مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالسَّلَامَةَ

ming kulli birrin Wassalaamata

مِنْ كُلِّ ِاِثْمٍ لَاتَدَعْ لِيْ ذَنْبًااِلَّاغَفَرْ تَهُ

min kulli itsmin laa tada’ lii dzanban illsa ghafartahu

وَلَاهَمًّااِلَّافَرَّجْتَهُ

walaa hamman illaa farajtahu

وَلَاحَاجَةً اِلَّا هِيَ لَكَ رِضًااِلَّا قَضَيْتَهَا

walaa haajatan illaa hiya laka ridhon illaa qodhoitahaa

يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

yaa arhamar raahimiin


Artinya:

“Tidak ada Tuhan kecuali Allah Yang MahaPenyantun lagi Maha Mulia, Maha Suci Allah Tuhanpemelihara Arsy yang Agung, segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. KepadaMu aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmat-Mu dan sesuatu yang mendatangkan keampunanMu, serta terpeliharanya dosa-dosa, memperoleh kebaikan pada tiap-tiap dosa, janganlah Engkau tinggalkan dosa pada diriku, melainkan Engkau ampuni, dan kesusahan, melainkan Engkau beri jalan keluarnya, dan tidak pula suatu hajat yang mendapatkerelaan-Mu, melainkan Engkau kabulkan, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.

Artikel terbaru :

Haruskah Kita Benci Pada Musibah ?

Haruskah Benci Pada Musibah - media taqwa Haruskah Kita Benci Pada Musibah ? Assalamualaikum Sahabat TAQWA semoga Anda sehat dan…

Cara Melakukan 1001 Kebaikan Setiap Hari

1001 Kebaikan Setiap Hari Sahabat TAQWA apakah Anda ingin melakukan hal - hal baik setiap harinya ? Mayoritas dari kita…

Jangan Teralu Lama Di Dalam Toilet

Jangan Teralu Lama Di Dalam Toilet - mediataqwa Jangan Teralu Lama Di Dalam Toilet Sahabat TAQWA pernahkah anda mendepati seseorang…

Ingin Mengambil Kebahagian Orang Lain

Ingin Mengambil Kebahagian Orang Lain Ingin Mengambil Kebahagian Orang Lain, sebelum kita membahas ini lebih lanjut sebaiknya kita pahami bahwa…

Kita Semua Pasti Mati

Katakanlah, "Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui…

Apakah Suara Termasuk Aurat Wanita ?

Apakah Suara Termasuk Aurat Wanita ? Aurat adalah bagian dari tubuh manusia (pria ataupun wanita) yang wajib ditutupi dari pandangan…