Ketika Haid Bolehkah Menyentuh dan Membaca Al-Quran ?

Ketika Haid Bolehkah Menyentuh dan Membaca Al-Quran ?

Ketika Haid Bolehkah Menyentuh dan Membaca Al-Quran ?

Sahabat taqwa, pernahkah kita saat sedang giat – giatnya membaca Al-Quran tetapi harus menerima kenyataan bahwa kita sedang haid (bagi wanita) ?

Dalam Islam, perempuan berumur 9 tahun yang mengeluarkan darah haid menandakan perempuan tersebut telah baligh. Jika umurnya kurang dari 9 tahun, dan mengeluarkan darah, maka darah tersebut bukanlah darah haid tetapi darah penyakit. Perempuan yang baligh kemudian disebut mukalaf.

Pojok Informasi

Kembali lagi pada pokok bahasan, Ketika Haid Bolehkah Menyentuh dan Membaca Al-Quran ?

Sebelum kita sampai benar – benar kepada pembahasan tersebut kita harus membedakan terlebih dahulu antara wanita haid dengan wanita/pria junub.

Terutama wanita haid dengan wanita junub itu berbeda.
Wanita junub itu mutlak tidak boleh menyentuh dan membaca Al-Quran.

Kenapa ?

Karena ketika kita junub, kita bisa langsung mandi besar. Sekalipun tidak ada air, kita masih bisa tayamum. Artinya tidak ada yang menghalangi kita untuk mandi besar pada saat itu.

Lihat Alasan Al-Quran Adalah Pedoman Hidup Kita

Situasi ini tentu berbeda dengan ketika kita sedang haid. Haid butuh waktu 10-15 hari. Itu jelas membutuhkan waktu yang lama.

Jadi, jelas ya sahabat taqwa kita bedakan terlebih dahulu antara junub dan haid.

Sahabat taqwa, mayoritas ulama berpendapat bahwa wanita yang sedang haid hukumnya haram membaca Al-Quran. Jangankan membacanya, menyentuhnya juga sama haram.

Pendapat tersebut juga meliputi ‘Umar bin Al-Khaththab, ‘Ali bin Abi Thalib, dan Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ta’ala ‘anhum.

Selain itu ini juga merupakan pendapat Al-Hasan Al-Bashri, Qatadah, ‘Atha, Abul ‘Aliyah, An-Nakha’i, Sa’id bin Jubair, Az-Zuhri, Ishaq, Abu Tsaur, Asy-Syafi’i dalam pendapat yang masyhur di madzhabnya, serta salah satu riwayat dari Malik, Abu Hanifah, dan Ahmad.

Lihat kajian lainnya disini

Tetapi ada juga ulama seperti Imam Dawud Azh-Zhahiri berpendapat wanita boleh menyentuh Al-Quran dan membacanya. Ini merupakan bagian dari pendapat Malik, Abu Hanifah, dan Ahmad pada riwayat kedua dari mereka.

Ketika Haid Bolehkah Menyentuh dan Membaca Al-Quran ?

Pada Mazhab syafi’i, Mazhab Hambali tidak di perkenankan wanita sedang haid menyentuh dan membaca Al-Quran.

Sebenarnya masih boleh membaca “asal” tidak mengeluarkan suara (hanya menggerakan mulut). Itu menurut Mazhab syafi’i, Mazhab Hambali.

Kemudian berbeda kasus jika wanita haid tersebut membaca doa – doa yang ada di dalam Quran. Bertujuan seperti untuk menghindari dari gangguan jin, kemudian seperti membaca doa sebelum tidur, sebelum makan, hendak berpergian. Maka itu di perbolehkan.

Karena tujuannya untuk menjaga diri, tujuannya untuk dzikir.

Ada juga Mazhab Imam Malik yang kesimpulannya tidak di perkenankan menyentuh Al-Quran sekalipun hanya 1 lembar bagian dari Al-Quran tersebut.

Tetapi membaca Al-Quran di perbolehkan.

Dengan catatan untuk belajar (sebagai murid), mengajar (sebagai guru agama di sekolah), untuk setoran hafalan. Itu boleh menurut Mazhab Imam Malik.

Mengapa demikian ?
Alasannya

Banyak diantara murid – murid di sekolah ketika diminta setoran hafalan Quran ataupun pelajaran mengaji ia menolak dengan alasan ia sedang haid yang mana sebenarnya tidak.

Hal ini tetap dengan catatan tetap tidak boleh menyentuh Al-Quran.

Lalu bagaimana kesimpulannya ketika haid bolehkah menyentuh dan membaca Al-Quran ?
Kesimpulannya kami tetap menyarankan menggunakan Mazhab Syafi’i. Bukan berarti yang lainnya salah.

Tidak, yang lain juga tidak salah. Jangan lah kita mencari celah untuk mengadu domba sesama muslim.

Hanya saja selama kita tidak di posisi belajar, mengajar, dan setoran hafalan Quran lebih baik kita tidak membaca apalagi menyentuh Al-Quran. Wallahu A’lam Bishawab.

Begitulah sahabat taqwa pembahasan kita kali ini mengenai, “ketika haid bolehkah menyentuh dan membaca Al-Quran ?”

Bagikan artikel ini pada keluarga, teman barangkali masih banyak yang belum mengetahuinya. Insyaallah akan jadi Amal Jariyah untuk kita semua.

Semoga kita selalu dimudahkan segala urusannya, selalu diberikan rezeki yang melimpah, serta semoga kita semua senantiasa berada dalam lindungan Allah Ta’ala. Aamiin.

Artikel terbaru :

Ingin Mengambil Kebahagian Orang Lain

Ingin Mengambil Kebahagian Orang Lain Ingin Mengambil Kebahagian Orang Lain, sebelum kita membahas ini lebih lanjut sebaiknya kita pahami bahwa…

Kita Semua Pasti Mati

Katakanlah, "Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui…

Apakah Suara Termasuk Aurat Wanita ?

Apakah Suara Termasuk Aurat Wanita ? Aurat adalah bagian dari tubuh manusia (pria ataupun wanita) yang wajib ditutupi dari pandangan…

Surga Dan Neraka Bisa Jadi Karena Lisanmu

Surga Dan Neraka Bisa Jadi Karena Lisanmu. karena lisan kita bisa masuk surga tetapi bisa juga bisa masuk neraka. Bagaimana…

Ini Perbedaan Antara Fakir Dan Miskin Untuk Menerima Zakat

Ini Kriteria Orang Fakir Dan Miskin Untuk Menerima Zakat. Kita telah mengetahui kriteria penerima zakat selanjutnya bagaimana kita mengetahui orang…

Puasa Dan Berbuka Dengan Bangkai

Puasa Dan Berbuka Dengan Bangkai. Sebelum kita bahas apa maksudnya mari kita lihat keadaan masa kini dimana acara buka puasa…