Jangan Sampai Alim Lisanmu Tapi Munafik Hatimu

Jangan Sampai Alim Lisanmu Tapi Munafik Hatimu

Sahabat taqwa judul artikel kali ini adalah jangan sampai alim lisanmu tapi munafik hatimu. Kenapa ? Kenapa kita jangan sampai seperti itu ? Sebelum kita lanjutkan mari kita bedah setiap kata yang ada di dalam judul ini seperti biasa.

Apa itu Alim ?
Alim adalah label untuk seseorang yang berilmu (terutama dalam hal agama Islam), seseorang yang disegani karena ilmu agamanya (Islam), seseorang yang terlihat saleh, serta tidak pernah meninggalkan shalat.

Apa itu Munāfiq ?
Munāfiq atau munafik adalah terminologi dalam Islam untuk merujuk pada mereka yang berpura-pura mengikuti ajaran agama Islam, tetapi sebenarnya hati mereka memungkirinya.

Sedangkan seperti yang kita ketahui lisan adalah sesuatu yang kita ucapkan dari mulut dan hati tentang apa yang kita rasakan dalam hal ini merujuk kepada apa yang kita pikirkan mengenai suatu hal.

Jangan Sampai Alim Lisanmu Tapi Munafik Hatimu

Disinilah paduannya, ini lah maksud dari judul artikel ini “jangan sampai alim lisanmu tapi munafik hatimu” jangan sampai kita mampu menjaga lisan, menjaga ucapan (hanya ucapan – ucapan baik saja) yang keluar tetapi kita tidak dapat mengontrol hati kita, kita tidak mampu menjaga hati kita.

Karena itulah yang sebenar – benar nya munafik. Ketika kita mampu menjaga lisan tapi tidak mampu menjaga hati, itulah munafik.

kenapa hal itulah yang sebenar – benar nya munafik? Seperti yang sudah di jelaskan sebelumnya bahwa munafik adalah terminologi dalam Islam untuk merujuk pada mereka yang berpura-pura mengikuti ajaran agama Islam, tetapi sebenarnya hati mereka memungkirinya.

Jelas bukan?
Ketika kita mampu menjaga lisan tapi tidak mampu menjaga hati, kita hanya terlihat baik di mata manusia tapi tidak di mata Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala sangat membenci orang – orang yang munafik dan Allah Ta’ala menurunkan ayat yang menceritakan orang munafik sebagai berikut:

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِيْنَ نَافَقُوْا يَقُوْلُوْن لِاٍِخْوٰنِهِمُ الَّذِيْنَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتٰبِ لَىِٕنْ اُخْرِجْتُمْ لَنَخْرُجَنَّ مَعَكُمْ وَلَا نُطِيْعُ فِيْكُمْ أََحَدًا أَبَدًا وَاِنْ قُوْتِلْتُمْ لَنَنْصُرَنَّكُمْ وَاللَّهُ يَشْهَدُ اِنَّهُمْ لَكٰذِبُونَ ه لَىِٕنْ أُخْرِجُوْا لَا يَخْرُجُوا لَايَخْٰرُجُوْنَ مََعَهُمْ وَلَىِٕنْ قُوْتِلُوْا لَا يَنْصُرُونَهُمْ وَلَىِٕٕن نَّصَرُوهُمْ لَيُوَلُّنَّ الْأَدْبٰرَ ثُمَّ لَا يُنْصَرُونَ ه لَأَنْتُمْ أَشَدُّ رَهْبَةً فِى صُدُورِهُمْ مِنَ اللّٰهِ ذَالِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ ه لَا يُقٰتِلُونَكُمْ جَمِيْعًا اِلَّا فِى قُرًى مُّحَصََّنَةٍ أَوْ مِنْ وَرٓاءِ جُدُرِ بَأْسُهُم بَيْنَهُمْ شَدِيْدٌ تَحْسَبُهُمْ جَمِيعًا وَقُلُوبُهُمْ شَتّٰى ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَعْقِلُونَ ه كَمَثَلِ الشَّيْطٰنِ اِذْ قَالَ لِلْإِنْسٰنِ اكْفُرْفَلَمَّا كَفَرَ قَالَ إِنِّى بَرِىٓءٌ مِِّنكَ إِنِّى أَخَافُ زرت اللّٰهَ رَبَّ الْعٰلَمِيْنَ ه

“Tidakkah engkau memerhatikan orang-orang munafik yang berkata kepada saudara-saudaranya yang kafir di antara Ahli Kitab, “Sungguh, jika kamu diusir niscaya kami pun akan keluar bersama kamu; dan kami selama-lamanya tidak akan patuh kepada siapa pun demi kamu, dan jika kamu diperangi pasti kami akan membantumu. “Dan Allah menyaksikan, bahwa mereka benar-benar pendusta. Sungguh, jika mereka diusir, orang-orang munafik itu tidak akan keluar bersama mereka, dan jika mereka diperangi; mereka (juga) tidak akan menolongnya; dan kalau pun mereka menolongnya pastilah mereka akan berpaling lari ke belakang, kemudian mereka tidak akan mendapat pertolong. Sesungguhnya dalam hati mereka, kamu (muslimin) lebih ditakuti daripada Allah. Yang demikian itu karena mereka orang-orang yang tidak mengerti. Mereka tidak akan memerangi kamu (secara) bersama-sama, kecuali di negeri-negeri yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu padahal hati mereka terpecah belah. Yang demikian itu karena mereka orang-orang yang tidak mengerti. (Mereka) seperti orang-orang yang sebelum mereka (Yahudi) belum lama berselang, telah merasakan akibat akibat buruk (terusir) disebabkan perbuatan mereka sendiri. Dan mereka akan mendapat azab yang pedih. (Bujukan orang-orang munafik itu) seperti (bujukan) setan ketika ia berkata kepada manusia, “Kafirlah kamu!” Kemudian ketika manusia itu menjadi kafir ia berkata, “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seluruh alam.” (Q.S. Al Hasyr: 11-16)

Sahabat taqwa semua, kita bisa menilai diri kita sendiri (tanpa menilai orang lain) apakah kita termasuk orang munafik apa bukan. Berikut ini adalah ciri – ciri orang munafik yang terdapat dalam salah satu hadits HR. Bukhari dan Muslim :

من ابى هريرة رضي الله عه قال، قال رسول ا لله صلى الله عليه وسلّم، أية المنافق ثلاث، اذا حدّث كذب واذا وعد أخلف واذاأؤتمن خان

“Dari Abu Hurairah r.a ia berkata: Rasulullah Saw. bersabda, “Ciri-ciri orang munafik itu ada tiga, yaitu bila berbicara ia dusta, bila berjanji ia menyalahi, dan bila dipercaya ia berjkhianat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Jangan Sampai Alim Lisanmu Tapi Munafik Hatimu – Kerugian orang munafik adalah :

اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ فِى الدَّرْكِ الْاَسْفَلِ مِنَ النَّارِۚ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيْرًاۙ

Sungguh, orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka. (Q.S. An-Nisa’ : 145)

Lihat kajian lainnya disini

Demikian sahabat taqwa yang bisa di sampaikan melalui artikel yang berjudul, “Jangan Sampai Alim Lisanmu Tapi Munafik Hatimu” ini Wallahu A’lam Bishawab.

Semoga kita semua selalu di mudahkan segala urusannya, selalu diberikan rezeki yang melimpah, serta semoga kita semua juga senantiasa berada dalam lindungan Allah Ta’ala. Aamiin

Artikel terbaru :

Ingin Mengambil Kebahagian Orang Lain

Ingin Mengambil Kebahagian Orang Lain Ingin Mengambil Kebahagian Orang Lain, sebelum kita membahas ini lebih lanjut sebaiknya kita pahami bahwa…

Kita Semua Pasti Mati

Katakanlah, "Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui…

Apakah Suara Termasuk Aurat Wanita ?

Apakah Suara Termasuk Aurat Wanita ? Aurat adalah bagian dari tubuh manusia (pria ataupun wanita) yang wajib ditutupi dari pandangan…

Surga Dan Neraka Bisa Jadi Karena Lisanmu

Surga Dan Neraka Bisa Jadi Karena Lisanmu. karena lisan kita bisa masuk surga tetapi bisa juga bisa masuk neraka. Bagaimana…

Ini Perbedaan Antara Fakir Dan Miskin Untuk Menerima Zakat

Ini Kriteria Orang Fakir Dan Miskin Untuk Menerima Zakat. Kita telah mengetahui kriteria penerima zakat selanjutnya bagaimana kita mengetahui orang…

Puasa Dan Berbuka Dengan Bangkai

Puasa Dan Berbuka Dengan Bangkai. Sebelum kita bahas apa maksudnya mari kita lihat keadaan masa kini dimana acara buka puasa…