Istidraj Dan Cirinya #bag.1

Istidraj Dan Cirinya

Istidraj Dan Cirinya #bag.1

Sahabat taqwa pernahkah kita mendengar kata Istidraj ? Mungkin anda pernah mendengarnya walaupun terkadang masih terasa asing.

Istidraj adalah berasal dari kata ‘daraja’ dalam bahasa Arab yang berarti naik satu tingkatan ke tingkatan berikutnya. Namun, Istidraj lebih dikenal sebagai istilah azab yang berupa kenikmatan yang sengaja diberikan pada seseorang

sumber popmama

Banyak yang mengatakan bahwa Istidraj itu berbahaya karena Allah Ta’ala seolah – oleh menyayangi kita, Allah seolah – olah memberikan banyak hal karna suka pada kita.

Padahal sejatinya Istidraj adalah tanda Allah Ta’ala melupakan kita, sengaja membuat kita semakin lalai, semakin jauh, semakin lupa kepada Allah.

Kita jarang shalat, jarang beribadah tetapi kondisi keuangan lancar, kehidupan seolah – olah mendekat pada kita, segala yang kita inginkan terasa mudah.

Itu bukan karena Allah sayang atau suka pada kita. Bukan sahabat taqwa.

Allah berfirman :

فلما نسوا ما ذكروا به فتحنا عليهم أبواب كل شيء حتى إذا فرحوا بما أوتوا أخذنا هم بغتة فإذا هم مبلسون

Artinya :
“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka, sehingga apabila mereka gembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” [QS. Al-An’am : 44]

Dalam QS. Al-An’am : 44 kurang jelas apalagi sahabat taqwa ?

Bahwa memang Allah sengaja membukakan semua pintu kesenangan di dunia untuk manusia agar mereka semakin lalai.

lihat 4 Point Cara Kaya dan Berkah Dalam Islam disini

Dan ketika waktunya, manusia itu akan terdiam dan berputus asa.

Rasulullah ﷺ sudah mewanti – wanti kita tentang Istidraj ini dalam Hadits berikut ini :

“Apabila engkau melihat seorang hamba masih mendapatkan karunia dunia dari Allah sesuka hatinya sementara ia masih gemar melakukan maksiat sesungguhnya karunia itu tidak lain adalah Istidraj.” (HR. Ahmad)

Sahabat taqwa kita perlu mengetahui Istidraj dan cirinya ataupun tanda Istidraj agar kita dapat selalu mawas diri. Agar ketika kita diberi segala kenikmatan di dunia kita dapat evaluasi sendiri.

Apakah semua kenikmatan yang kita rasakan saat ini Istidraj atau bukan ?
Apakah semua kenikmatan itu karena Allah sayang pada kita, atau karena Allah sengaja membuat kita semakin lalai, agar kita semakin terjerumus pada maksiat ?

Lalu bagaimanakah ciri – ciri Istidraj ?

Selanjutnya di Bagian 2 — Istidraj Dan Cirinya #Bag.2

Artikel terbaru :

Ingin Mengambil Kebahagian Orang Lain

Ingin Mengambil Kebahagian Orang Lain Ingin Mengambil Kebahagian Orang Lain, sebelum kita membahas ini lebih lanjut sebaiknya kita pahami bahwa…

Kita Semua Pasti Mati

Katakanlah, "Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui…

Apakah Suara Termasuk Aurat Wanita ?

Apakah Suara Termasuk Aurat Wanita ? Aurat adalah bagian dari tubuh manusia (pria ataupun wanita) yang wajib ditutupi dari pandangan…

Surga Dan Neraka Bisa Jadi Karena Lisanmu

Surga Dan Neraka Bisa Jadi Karena Lisanmu. karena lisan kita bisa masuk surga tetapi bisa juga bisa masuk neraka. Bagaimana…

Ini Perbedaan Antara Fakir Dan Miskin Untuk Menerima Zakat

Ini Kriteria Orang Fakir Dan Miskin Untuk Menerima Zakat. Kita telah mengetahui kriteria penerima zakat selanjutnya bagaimana kita mengetahui orang…

Puasa Dan Berbuka Dengan Bangkai

Puasa Dan Berbuka Dengan Bangkai. Sebelum kita bahas apa maksudnya mari kita lihat keadaan masa kini dimana acara buka puasa…