Hati – Hati Mengatakan Orang Lain Kafir

Hati – Hati Mengatakan Orang Lain Kafir

Hati – Hati Mengatakan Orang Lain Kafir —Clear

Sahabat taqwa dalam mengarungi kehidupan ini kita tidak pernah lepas dari namanya kehidupan bermasyarakat karena memang kita manusia adalah makhluk sosial.

Makhluk yang harus selalu berinteraksi dengan orang lain. Berinteraksi juga merupakan salah satu bentuk melatih otak.

Kenapa ?

Karena interaksi sosial dapat membantu meningkatkan fungsi memori dan melindungi otak dari penyakit-penyakit yang merusak saraf.

Luar biasa, kita sebagai manusia memang membutuhkan yang namanya interaksi sosial.

Tapi, dalam kegiatan berinteraksi kita tentu tidak jarang juga berselisih pendapat, sering juga tidak sepaham dengan orang lain.

Tidak sepaham mengenai pendapat, ekonomi, politik, pekerjaan, bahkan sampai urusan yang sifatnya personal seperti ajaran agama Islam pun tidak jarang kita berbeda pendapat.

Berbeda pendapat itu wajar, sudah ada sejak zaman Nabi tetapi ketika kita berbeda pendapat juga jangan kita jadi enteng lidah.

Maksudnya jangan juga kita mudah mengatakan seseorang Kafir tanpa bukti yang jelas dan nyata.

Hati – Hati Mengatakan Orang Lain Kafir

Rasulullah ṣhallallāhu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan kita agar tidak sembarangan mengkafirkan seseorang secara mu’ayyan.

Dari Ibn ‘Umar radhiyallāhu ‘anhumā, bahwa Nabi ṣhallallāhu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

أيما رجل قال لأخيه يا كافر فقد باء بها أحدهما.

“Jika seseorang berkata kepada saudaranya, ‘Wahai kafir,’ maka tuduhan itu akan kembali kepada salah satunya.” [HR. Bukhari no. 6104 dan Muslim no. 60. Bukhari juga meriwayatkan hadis ini dari Abu Hurairah radhiyallāhu ‘anhu no. 6103]

Apa itu mu’ayyan ?

al-Takfīr al-Mu’ayyan (التكفير المعين), yaitu menjatuhkan vonis kafir kepada seseorang tertentu karena dia telah melakukan suatu pembatal keislaman.

Takfīr mu’ayyan tidak boleh diarahkan kepada seseorang kecuali jika telah terpenuhi syarat-syarat dan hilang penghalang – penghalang dari pengkafirannya.

Contohnya Takfīr mu’ayyan :
– Dia itu kafir (menuduh seseorang kafir)

Yang boleh melakukan takfīr mu’ayyan adalah para ulama’ besar atau mufti yang telah mengetahui apakah si Fulan (si dia) yang melakukan pembatalan keislaman tersebut telah terpenuhi syarat atau hilang penghalang dari kekafirannya.

Beda dengan al-Takfīr al-Muṭlaq — Hati – Hati Mengatakan Orang Lain Kafir

Yaitu menjatuhkan vonis kekufuran kepada suatu keyakinan, ucapan, atau perbuatan yang merupakan pembatal keislaman, atau menjatuhkan vonis kafir kepada pelakunya secara umum tanpa menunjuk pada orang tertentu.

Contohnya :
– Kegiatan menyembah berhala
– Membenci syariat Allah
– Meyakini bahwa shalat itu tidak wajib, atau zina itu tidak haram.

Kita dapat memperingati orang dari sisi Takfir Mutlak ini dengan cara mempelajari apa saja yang menjadi pembatalan keislaman seseorang. Karena dengan mempelajari juga kita dapat menghindarinya untuk diri kita sendiri.

Pada HR. Bukhari no. 6104 dan Muslim no. 60. (Hadits diatas) para ulama menjelaskan, “bahwa bukan berarti si pengucap telah kafir karena ucapannya sendiri tetapi si pengucap telah melakukan dosa besar di mata syariat.”

Jika adapun seseorang telah tegas menunjukan ke kafirannya secara mu’ayyan seperti Fir’aun, Abu Jahl, Abu Lahb, Abu Thalib pula orang-orang lainnya yang memang beragama selain Islam, maka wajib bagi kita untuk meyakini kekafiran mereka. Wallahu a’lam

  • Hati – Hati Mengatakan Orang Lain Kafir

Akses Kumpulan Dzikir, Shalat Sunnah, Sholawat, dan Doa – Doa langsung dari layar ponsel kamu. Sangat Cepatt, dan Ringan (hanya 319 Kb).
Caranya :
1. Klik titik 3 di pojok kanan atas browser mu
2. Klik Install / Add To Home Screen

Ios
1. Klik tombol share
2. Cari Install / Add To Home Screen


Semoga kita selalu dimudahkan segala urusannya, selalu diberikan rezeki yang melimpah, serta semoga kita semua senantiasa berada dalam lindungan Allah Ta’ala. Aamiin.

Artikel terbaru :

Haruskah Kita Benci Pada Musibah ?

Haruskah Benci Pada Musibah - media taqwa Haruskah Kita Benci Pada Musibah ? Assalamualaikum Sahabat TAQWA semoga Anda sehat dan…

Cara Melakukan 1001 Kebaikan Setiap Hari

1001 Kebaikan Setiap Hari Sahabat TAQWA apakah Anda ingin melakukan hal - hal baik setiap harinya ? Mayoritas dari kita…

Jangan Teralu Lama Di Dalam Toilet

Jangan Teralu Lama Di Dalam Toilet - mediataqwa Jangan Teralu Lama Di Dalam Toilet Sahabat TAQWA pernahkah anda mendepati seseorang…

Ingin Mengambil Kebahagian Orang Lain

Ingin Mengambil Kebahagian Orang Lain Ingin Mengambil Kebahagian Orang Lain, sebelum kita membahas ini lebih lanjut sebaiknya kita pahami bahwa…

Kita Semua Pasti Mati

Katakanlah, "Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui…

Apakah Suara Termasuk Aurat Wanita ?

Apakah Suara Termasuk Aurat Wanita ? Aurat adalah bagian dari tubuh manusia (pria ataupun wanita) yang wajib ditutupi dari pandangan…