(cara berbicara yang baik) Kenapa Kita Harus Menyesuaikan Tingkat Pemahaman Lawan Bicara ?

(cara berbicara yang baik) Kenapa Kita Harus Menyesuaikan Tingkat Pemahaman Lawan Bicara _ – Media Taqwa

Kenapa Kita Harus Menyesuaikan Tingkat Pemahaman Lawan Bicara (cara berbicara yang baik)

Media Taqwa – Sahabat Taqwa sering kali kita melihat seseorang berbicara dengan percaya diri karena merasa ilmunya yang sangat tinggi. Ia berbicara sambil merasa bahwa orang yang mendengarkannya akan mengerti dan terpesona karena ilmunya tadi.

Padahal tidak seperti itu sahabat Taqwa. Terkadang kita berbicara baik di depan orang banyak maupun di depan satu orang sekalipun kita harus memikirkan tingkat pemahaman lawan bicara kita. Jangan sampai kita berbicara teralu tinggi karena luasnya ilmu yang kita miliki. Karena akan jadi masalah bagi lawan bicara kita jika ternyata ia tidak dapat memahaminya.

Kenapa Kita Harus Menyesuaikan Tingkat Pemahaman Lawan Bicara ? (cara berbicara yang baik)

Dari ibunda Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أنْزِلوا النَّاسَ مَنازِلَهم

“Tempatkanlah orang lain sesuai dengan posisinya yang sesuai” (HR. Abu Daud no. 4842. Dihasankan oleh Syu’aib Al-Arnauth dalam Takhrij Sunan Abi Daud, didha’ifkan Al-Albani dalam Dha’if Sunan Abi Daud).

Selain itu Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

ما أنْتَ بمُحَدِّثٍ قَوْمًا حَدِيثًا لا تَبْلُغُهُ عُقُولُهُمْ، إلَّا كانَ لِبَعْضِهِمْ فِتْنَةً

“Tidaklah Engkau berbicara dengan suatu kaum dengan suatu perkataan yang tidak bisa digapai oleh akal mereka, kecuali akan menjadi fitnah (kesesatan) bagi sebagian mereka” (HR. Muslim dalam Muqaddimah-nya [hal. 5]).

Syaikh ‘Abdul Muhsin Al-Abbad hafizhahullah juga berkata,

فكون الإنسان يُحدَّث بشيء لا يعقله ولا يطيقه فهمه قد يترتب عليه مضرة

“Ketika seseorang berbicara kepada orang lain tentang hal yang tidak digapai oleh akalnya, dan tidak mampu ia cerna, terkadang akan menimbulkan bahaya baginya” (Syarah Sunan Abi Daud, 3: 12).

Jadi baiknya sebelum kita mulai berbicara dengan seseorang pikirkan sejenak tingkat pemahaman lawan bicara kita. Bukan untuk merendahkannya dalam diam, tetapi untuk dapat mengukur tingkat pemahamannya.

Bila mana ia memiliki pemahaman yang lebih rendah dari pada kita, maka baiknya kita gunakan gaya bahasa yang lebih ringan.

Bila mana ternyata lawan bicara kita tingkat pemahamannya lebih tinggi, pun baiknya kita mencoba cerna tiap kalimat yang keluar dari mulutnya dengan hati – hati. Jangan sampai setiap kalimat baik yang keluar darinya akan jadi kesesatan yang menimbulkan bahaya bagi diri kita seperti hadits di atas. Wallahu A’lam Bishawab

– Kenapa Kita Harus Menyesuaikan Tingkat Pemahaman Lawan Bicara ? (cara berbicara yang baik)


Akses MediaTaqwa langsung dari Homescreen ponsel kamu. Sangat Cepatt, & Ringan (319 Kb).
1. Kumpulan Dzikir
2. Kumpulan Shalat Sunnah
3. Kumpulan Shalawat
4. Kumpulan Doa – Doa
5. Quran Digital (Baca, dengar Murottal, & belajar Quran)
Lihat Caranya DISIN


– Kenapa Kita Harus Menyesuaikan Tingkat Pemahaman Lawan Bicara ? (cara berbicara yang baik)

Artikel terbaru :

Haruskah Kita Benci Pada Musibah ?

Haruskah Benci Pada Musibah - media taqwa Haruskah Kita Benci Pada Musibah ? Assalamualaikum Sahabat TAQWA semoga Anda sehat dan…

Cara Melakukan 1001 Kebaikan Setiap Hari

1001 Kebaikan Setiap Hari Sahabat TAQWA apakah Anda ingin melakukan hal - hal baik setiap harinya ? Mayoritas dari kita…

Jangan Teralu Lama Di Dalam Toilet

Jangan Teralu Lama Di Dalam Toilet - mediataqwa Jangan Teralu Lama Di Dalam Toilet Sahabat TAQWA pernahkah anda mendepati seseorang…

Ingin Mengambil Kebahagian Orang Lain

Ingin Mengambil Kebahagian Orang Lain Ingin Mengambil Kebahagian Orang Lain, sebelum kita membahas ini lebih lanjut sebaiknya kita pahami bahwa…

Kita Semua Pasti Mati

Katakanlah, "Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui…

Apakah Suara Termasuk Aurat Wanita ?

Apakah Suara Termasuk Aurat Wanita ? Aurat adalah bagian dari tubuh manusia (pria ataupun wanita) yang wajib ditutupi dari pandangan…